Memandangi masa lalu

Bintang Sirius

Jagad raya ini sungguh sangat luas. Didalamnya terdapat milyaran bintang dan galaksi. Masing-masing terletak pada posisi yang sangat berjauhan. Begitu jauhnya sehingga untuk menelusurinya diperlukan waktu yang sangat lama bahkan oleh cahaya sekalipun.

Kita tahu cahaya bergerak dengan sangat cepat (mendekati 300 ribu kilometer/detik). Namun ternyata, cahaya masih memerlukan waktu yang sangat lama untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya di sudut jagad raya ini. Butuh puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun bagi cahaya untuk berkelana dari tempatnya berasal sampai ke tempat yang lain di sudut lain jagad raya.

Dari sini dapat kita ambil satu benang merah, bahwa cahaya bintang-bintang di langit yang kita lihat hari ini bukanlah penampakan bintang tersebut hari ini. Yang kita lihat hari ini adalah penampakan masa lalu mereka.

Mari kita ambil beberapa contoh :

  1. Bintang Sirius berjarak sekitar 8,6 tahun cahaya dari bumi. Artinya, seberkas sinar yang dipancarkan Sirius butuh 8,6 tahun lamanya untuk sampai ke bumi. Dengan kata lain yang kita lihat sekarang bukanlah penampakan bintang tersebut sekarang, tetapi penampakannya 8,6 tahun yang lalu. Andaikan bintang ini sekarang meledak, maka kita baru akan melihat ledakan tersebut 8,6 tahun yang akan datang. 7 tahun dari sekarang kita masih dapat melihatnya bersinar di langit dan masih belum menyadari bahwa ternyata dia sudah meledak.
  2. Bintang Groombridge 1618 (GJ 380) berjarak sekitar 15,8 tahun cahaya dari bumi. Jika disana ada peradaban dan mereka mempunyai pesawat super canggih yang mampu melesat dengan kecepatan cahaya dan kemudian berangkat menuju bumi tempat kita tinggal ini, kita masih memiliki waktu 15,8 tahun untuk mempersiapkan penyambutan atas kedatangan mereka (dengan catatan kita tahu kapan mereka berangkat 😀 ).
  3. Galaksi Centaurus A berjarak 10-16 juta tahun cahaya dari bumi. Cahaya dari bintang-bintang di galaksi ini yang kita lihat sekarang adalah cahaya yang dipancarkan jutaan tahun yang lalu, mungkin pada saat dinosaurus masih belum punah.

Jadi ketika kita camping ke daerah pegunungan bersama teman-teman kita, kemudian memandangi bintang-bintang di langit malam yang cerah, sesungguhnya kita sedang berada dalam mesin waktu berkelana ke masa lalu. Kita sedang menyaksikan rupa-rupa bintang dan galaksi puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu. Ya, kita sedang memandangi masa lalu.

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

2 tanggapan untuk “Memandangi masa lalu

  • 21 September, 2014 pada 9:52 am
    Permalink

    karena nyawang lintang itu seru 😀

    Balas
    • 26 September, 2014 pada 2:35 pm
      Permalink

      Karena nyawang lintangnya dari West Progo area sehingga nampak jelas. Kalau dari area kota lintangnya malu-malu ketutup asap motor 😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *