Mari kita berjuang

Marhaban ya ramadhan…

Setahun berlalu dari ramadhan tahun lalu, tak terasa kita sudah memasuki bulan ramadhan lagi. Sebagai muslim yang berusaha bertaqwa, kita tentunya menyambut ini dengan perasaan gembira. Karena tidak semua diberi kesempatan untuk kembali menjumpai bulan ramadhan di tahun ini.

Salah satu makna dari bulan ramadhan adalah tantangan untuk berjuang melawan hawa nafsu, berjuang melawan diri kita sendiri. Berjuang menahan lapar dan dahaga, berjuang dari amalan-amalan buruk yang dilarang oleh Allah.

Ada satu hal yang menarik dari frase “berjuang menahan lapar dan dahaga”. Salah seorang teman saya yang kebetulan sedang melanjutkan kuliah di Glasgow, Scotland dalam statusnya di Facebook berkata bahwa lama waktu puasa tahun ini disana kurang lebih sekitar 20 jam!!. Wow, terbayang bagaimana dia yang terbiasa berpuasa antara 12-13 jam di tanah air, sekarang harus menunggu 7-8 jam lebih lama untuk berbuka puasa.

Secara kebetulan, teman saya yang lain, di grup Whatsapp kantor menshare satu tabel perbandingan lama waktu berpuasa antara beberapa kota besar di seluruh dunia. Disitu tampak bahwa lama waktu berpuasa berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain di bumi. Perbedaannya bahkan bisa sampai lebih dari 10 jam!.

Waktu berpuasa di beberapa kota besar dunia (www.astroawani.com)
Waktu berpuasa di beberapa kota besar dunia (www.astroawani.com)

Bandingkan lama waktu berpuasa di Jakarta (13 jam) dengan di Berlin (19 jam). Orang Jerman harus menahan diri tidak makan dan minum 6 jam lebih lama. Atau bahkan Buenos Aires (10 Jam) dengan Reykjavik (22 jam), perbedaannya sampai 12 jam!. Mungkin bagi penduduk Reykjavik, setelah berbuka puasa, bisa lanjut makan sahur, hehe…

Kurang ekstrim? Ada contohnya. Saya kutip dari Huffington Post, disebutkan bahwa di kota Kiruna, kota paling utara di Swedia, matahari sama sekali belum pernah terbenam bulan ini, dan dia tidak akan terbenam sebelum bulan Agustus. Sebagai solusinya, Mohammed Kharaki, juru bicara dari Asosisasi Islam Swedia mengatakan bahwa organisasinya telah menerbitkan panduan bahwa lama waktu puasa disana akan disesuaikan dengan waktu terakhir kali matahari tampak dengan jelas terbit dan terbenam. Dengan ketetapan inipun, lama waktu puasa disana masih sekitar 19 jam!

Mungkin bagi kita atau orang Reykjavik atau penduduk Kiruna, enak bener mereka yang tinggal di Buenos Aires atau Sydney. Belum bener-bener lapar sudah buka puasa. Namun jika esensi berpuasa adalah menahan diri dan berjuang melawan hawa nafsu, maka mungkin justru kita patut iri dengan warga Reykjavik. Mereka memperoleh kesempatan lebih lama untuk beribadah sehingga (mungkin) peluang mendapatkan pahala yang lebih banyak akan semakin besar. Wallahu a’lam.

Jadi menurut anda, waktu berpuasa di kota tempat tinggal anda udah terasa lama banget atau malah kurang lama?

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

12 tanggapan untuk “Mari kita berjuang

    • 18 Juni, 2015 pada 1:25 pm
      Permalink

      Sebenarnya keempatx, yang tiga ikut hanyut pas pindahan server. Semoga mereka segera bisa nongol disini 😀

      Balas
  • 18 Juni, 2015 pada 1:34 pm
    Permalink

    Komen kedua kali 😀

    haha, selamat berpuasa akang Pram dan semua teman teman

    *berlindung di balik sejuknya AC 😀

    Balas
    • 18 Juni, 2015 pada 1:57 pm
      Permalink

      Masih menunggu neng Susie and om Coky, semoga tidak mutung komennya ilang 😀

      Balas
  • 18 Juni, 2015 pada 1:39 pm
    Permalink

    hore bisa komen lagi….selamat berpuasa teman2 😀

    Balas
    • 18 Juni, 2015 pada 1:57 pm
      Permalink

      hore neng Ratrie.. saya masih setia menunggu tulisan terbaru di petrichorium. Tak terasa sudah setengah tahun berlalu sejak postingan terakhir…

      Balas
  • 18 Juni, 2015 pada 1:41 pm
    Permalink

    Bersyukurlah kalian karena puasa di tempat saya hanya boleh makan minum 1x sehari hehehee…
    Selamat berpuasa wahai kawan..

    Balas
  • 21 Juni, 2015 pada 4:18 pm
    Permalink

    Alamaaaakkk…Ujian Romadhon kali ini adalah komenku hilaaaanggg 🙁
    Pokokmen selamat puasa mas pram, aku tak bisa mengulang komen yang sudah hilang. 🙁

    Balas
    • 21 Juni, 2015 pada 9:38 pm
      Permalink

      Turut prihatin om.. mau gimana lagi, om Aris sedang kurang akur sama cpanel, jadinya semua2 dibawa ngungsi 😀

      Balas
  • 21 Juni, 2015 pada 5:38 pm
    Permalink

    Disini sahur jam 04.16 buka jam 8.28 Pram. Ya 16-17 jam lah. Kelihatannya lama ya, tapi kalau dijalani tidak seberat yang dibayangkan kok. Menurutku sih karena blessing month of Ramadhan jadi Allah membuatnya mudah 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *