Jalur khusus sepeda yang nyaman, mau?

Mengendarai sepeda di pagi hari memang mengasyikkan, apalagi jika itu dilakukan di jalanan yang lengang dan berhawa sejuk. Selain menyehatkan badan bersepeda merupakan kegiatan rekreatif yang dapat menenangkan pikiran. Tapi ini tidak selalu bisa dengan mudah didapatkan. Bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan atau yang melintasi jalanan ramai penuh dengan kendaraaan bermotor, kenyamanan adalah sesuatu yang langka. Selain cuaca daerah tropis yang panas dan asap kendaraan bermotor yang beracun, masalah keamanan juga menjadi kendala yang perlu dicarikan jalan keluar. Deru kendaraan bermotor yang melaju kencang mengundang bahaya yang mengintai setiap saat.

Di beberapa negara lain di benua Eropa dan Amerika, kenyamanan dan keamanan bersepeda mendapatkan perhatian yang besar dari pihak yang berwenang. Selain peraturan lalu lintas yang baik, disediakan sarana dan prasarana jalan yang ramah bagi pesepeda. Berikut ini beberapa contoh kota di dunia yang sudah menyediakan sarana jalan yang ramah bagi pesepeda.

Copenhagen

Menurut Copenhagenize index, kota Copenhagen di Denmark dinobatkan sebagai kota paling ramah bagi pesepeda. Peningkatan mutu infrastruktur pendukung kegiatan bersepeda dilakukan secara terus-menerus. Jalur khusus sepeda dibuat dengan warna yang kontras dengan jalur kendaraan bermotor dan dilengkapi dengan marka jalan yang jelas.

Jalur khusus pesepeda di Copenhagen (http://streets.mn)

Selain itu, untuk meningkatkan kedisiplinan bagi pesepeda, peraturan-peraturan baru dibuat bukan untuk menakut-nakuti tapi lebih pada meningkatkan kesadaran dari dalam diri pesepeda. Salah satunya adalah hukuman bagi mereka yang kedapatan parkir sembarangan. Alih-alih menyita sepeda atau mengenakan denda, pihak yang berwenang justru memompa ban sepeda dan menambahkan minyak pelumas ke rantai sepeda. Tak lupa diselipi catatan kecil kepada pemilik sepeda agar kedepannya memarkir sepedanya ditempat yang telah disediakan.

Petugas sedang “menertibkan” sepeda yang diparkir sembarangan (http://www.cycling-embassy.dk)

Cara ini terbukti efektif menekan jumlah sepeda yang diparkir sembarangan. Tapi ini di Denmark lho ya, kalau disini mungkin malah tambah banyak yang parkir sembarangan, biar sepedanya bisa dapat oli dan angin gratis, hehehe…

Selain itu, jalan khusus sepeda dibangun dengan nilai estetika yang tinggi sehingga membut pesepeda senang untuk melewatinya. Salah satunya adalah jembatan Cykelslangen atau the bicycle snake.

Jembatan khusus sepeda “Cykelslangen” alias the bicycle snake (www.dw.dk)

Dengan sarana yang nyaman dan peraturan yang bersahabat, tak heran lebih dari 50 persen penduduk kota ini berangkat ke tempat kerja dengan mengendarai sepeda.

Groningen

Banyak yang beranggapan bahwa Groningen adalah ibukotanya Belanda, dalam hal bersepeda. Tercatat lebih dari 61 persen dari seluruh perjalanan di Groningen dilakukan dengan menggunakan sepeda. Jalur khusus sepeda, terowongan sepeda dan ruang tunggu khusus sepeda di depan lampu lalu-lintas adalah beberapa fasilitas yang dibuat khusus untuk memanjakan pesepeda. Dengan hawa yang sejuk, bersepeda di Groningen sangat menyenangkan.

Jalur khusus sepeda di Groningen (https://goldenafternoons.wordpress.com)

Minneapolis

Menurut situs redfin.com, kota Minneapolis menduduki peringkat pertama kota di Amerika Serikat yang paling ramah bagi pesepeda. Di Mineeapolis terdapat kurang lebih 84 mil jalan yang dibuat khusus untuk sepeda dan 44 mil jalur khusus sepeda di tepian jalan raya. Ingin pergi lebih jauh? Itu mudah karena angkutan umum seperti bis kota dan kereta api telah didesain sedemikian rupa agar dapat mengangkut sepeda. Mau parkir? Jangan bingung, karena disana gedung-gedung perkantoran atau pusat bisnis diwajibkan untuk menyediakan tempat parkir khusus sepeda.

Jalur sepeda di Minneapolis (www.mplsbike.org)

Bagaimana dengan di Indonesia?

Walau belum sebaik di negara-negara maju, pembuatan jalur khusus sepeda sebenarnya sudah mulai dirintis di beberapa kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Surabaya, Jakarta dan Bandung.

Yogyakarta

Di kota pelajar ini, beberapa ruas jalan sudah dilengkapi dengan jalur khusus sepeda. Ditandai dengan marka putus-putus warna kuning.

Jalur khusus sepeda di Jogja (nurrahmanarif.wordpress.com)

Surabaya

Di kota Surabaya juga sudah ada jalur khusus sepeda, seperti misalnya pada Jl. Raya Darmo.

Jalur sepeda di Surabaya
Jalur sepeda di Surabaya (Foto credit : sayangi.com)

Bandung

Jalur khusus sepeda sudah ada di beberapa ruas jalan di kota Bandung, seperti halnya di jalan menuju Taman Maluku

(rinaldimunir.wordpress.com)

Jakarta

Sebagai ibukota negara dan barometer bagi kota-kota yang lain, sudah sepatutnya Jakarta mempunyai jalur khusus sepeda. Hal ini benar adanya walau itu belum sempurna. Kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi cukup menjadi kendala dalam pembuatan jalur khusus sepeda.

Jalur sepeda
Foto credit : http://tanitamworld.blogspot.co.id

Kita tentu berharap pembangunan infrastruktur dan pembuatan peraturan yang pro sepeda tidak berhenti sampai disini. Dengan meningkatnya kenyamanan dan keamanan, maka akan semakin menambah minat anggota masyarakat untuk beralih menggunakan sepeda untuk aktivitasnya sehari-hari.

Bagaimana dengan kota anda, apakah sudah ada jalur khusus sepeda yang aman dan nyaman?

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

10 tanggapan untuk “Jalur khusus sepeda yang nyaman, mau?

    • 22 September, 2015 pada 2:09 pm
      Permalink

      Kan tinggal ambil dikit dari google walletnya lalu bawa ke money changer, udah gitu tinggal ke toko tunjuk aja yg bagus… (mumpung dollar baru tinggi 😀 )

      Balas
  • 22 September, 2015 pada 1:30 pm
    Permalink

    Saya pengen nyicil sepeda

    Balas
    • 22 September, 2015 pada 2:03 pm
      Permalink

      Nyicil beli sadelnya dulu, lalu stir, lalu standar, lalu ban dalam, lalu… hehehe..

      Balas
  • 13 Oktober, 2015 pada 9:15 am
    Permalink

    Jalur sepeda?
    oh maksudnya area tempat parkir motor? 😛

    Balas
    • 15 Oktober, 2015 pada 4:57 pm
      Permalink

      Nah itu dia om orang2 (tukang parkir/pemotor) kadang suka rancu trus jalur itu dikira batas parkiran motor 😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *