Gowes santai ke Ancol

Sebelum melangkah jauh dan terjadi salah paham, perlu saya jelaskan bahwa Ancol disini bukanlah tempat rekreasi populer di ibukota Jakarta, melainkan suatu tempat yang sepi di daerah aliran sungai Progo, Jogjakarta. Lalu mengapa aneh-aneh plus kurang kerjaan gowes ke tempat sepi semacam ini?

Menurut saya, setidaknya ada dua hal yang membuat Ancol ini ramai dikunjungi pesepeda alias goweser di kota Jogja dan sekitarnya yaitu nilai historis dan lokasinya di daerah pedesaan. Ancol adalah hulu dari kanal Yoshiro alias Selokan Mataram, sebuah saluran irigasi yang legendaris di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX agar rakyatnya terhindar dari kejamnya romusha penjajah Jepang dan juga adanya legenda sabda Sunan Kalijaga bahwa tanah Jogja bakal subur makmur jika sungai Progo di barat sudah terhubung dengan sungai Opak di timur.

Sedangkan untuk lokasinya yang berada di daerah pedesaan, tentunya disukai oleh goweser karena alam pedesaan menawarkan pemandangan yang indah, udara yang bersih dan jalanan yang relatif sepi. Selain itu trek yang dilalui mayoritas adalah jalanan datar dengan diselingi tanjakan ringan yang bersahabat untuk goweser pemula, anak-anak atau yang sudah berusia lanjut.

Ancol Bligo. Photo by @pituruh

Gowes menuju Ancol Bligo sangat mudah yaitu tinggal menyusuri jalan inspeksi yang berada di sisi Selokan Mataram. Sama mudahnya bagi goweser yang start gowes dari kota Jogja, karena aliran Selokan Mataram ini melewati kota Jogja. Baru nanti sekitar kurang lebih 2 kilometer dari tempat tujuan goweser dapat mengambil rute sedikit memutar melewati jalan raya dikarenakan jalan inspeksi di tepian Selokan Mataram kurang nyaman untuk dilewati sepeda. Berikut rute gowes menuju Ancol Bligo dimulai dari area kampus UGM.

Jalan yang dilalui relatif bersahabat dengan semua jenis sepeda, terutama dari garis start kampus UGM sampai sekitar satu setengah kilometer setelah menyeberangi jalan Sidomoyo – Cebongan. Jalanan aspal hotmix mulus. Baru setelah itu berganti dengan jalanan aspal makadam yang berlubang disana sini. Secara umum goweser lebih disarankan menggunakan sepeda jenis MTB atau cross country. Sepeda lipat atau onthel juga boleh namun untuk sepeda jenis road bike mungkin agak kepayahan.

Dibawah kami adalah pintu air yang merupakan titik nol dari Selokan Mataram. Photo by @pituruh

Oiya, jika dirasa sudah cukup melepas penat di Ancol Bligo, anda bisa menyeberang sungai Progo menuju daerah Kalibawang untuk membeli buah durian, bisa dinikmati di tempat atau sebagai oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Satu butir buah durian bisa diikat dan digantung dibawah sadel sepeda. Atau jika mau bawa lebih banyak tinggal beli beberapa buah, dikupas, daging buahnya dibungkus plastik lalu dimasukin tas punggung anda. Semoga anda tidak mabuk diperjalanan pulang 😀

Bagaimana dengan anda, adakah tips-tips atau cerita pengalaman anda gowes ke Ancol Bligo?

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

14 tanggapan untuk “Gowes santai ke Ancol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *