Gowes Parangtritis, Mendaki Bukit Paralayang, Menuruni Lembah Gumuk Pasir

Jika anda bertanya kepada goweser tentang trek jenis apa yang mereka sukai, prediksi saya kepala anda akan segera pusing. Ya, anda akan mendapatkan 10 macam jawaban berbeda dari 10 orang yang anda tanyai, anda akan mendapatkan 50 macam jawaban berbeda dari 50 orang yang anda tanyai, anda akan mendapatkan n macam jawaban berbeda dari n orang yang anda tanyai. Jika anda tetap melakukannya, sebaiknya anda segera insyaf saja.

Ada yang biasa funbike santai dijalanan mulus kota-kota, ada yang suka blusukan kampung, ada yang gemar menikmati alam segar pedesaan. Ada yang hobi tanjakan, ada yang demen cross country, ada pula yang tergila-gila memacu adrenalin melibas trek downhill penuh tantangan. Tiap goweser punya kesenangan sendiri-sendiri.

Daripada buang energi percuma untuk debat kusir, cari saja trek gado-gado alias trek campuran yang menggabungkan rute datar halus khas kota, rute segar alam desa, jalanan cross country, tanjakan ringan sampai terjal, turunan tajam bahkan sampai rute yang tidak mungkin dilewati dengan bersepeda.

Etape 1 : Rute santai Jogja kota – Pantai Parangtritis

“Permisi mas mbak, kalau mau ke Parangtritis lewat mana ya?”. Jika anda mengajukan pertanyaan ini, mungkin anda akan mendapatkan jawaban yang ngeselin, walau itu benar. 9 dari 10 orang Jogja dengan santai akan menjawab “Lewat jalan Parangtritis”. Jangan ngomel dulu karena memang mereka tidak salah, hehe…

Ada banyak variasi rute yang bisa dipilih tapi sesuai dengan namanya, jalan Parangtritis ini tentu saja adalah jalur utama menuju pantai Parangtritis. Dari arah pusat kota (misalnya titik nol kilometer), anda bisa mulai gowes kearah selatan sampai di perempatan Pojok Benteng Wetan. Dari sini, anda terus saja ke selatan, ada pertigaan terus saja, ketemu perempatan terus saja. Pokoknya tetap istiqomah keselatan terus sampai anda mentok ketemu laut. Jika sudah sampai disitu berarti anda sudah tiba di pantai Parangtritis.

Bagi goweser pemula atau yang hobi sepeda santai, rute ini cukup mudah dan menyenangkan. Jalanan aspal hotmix mulus dan lebar serta landai sangat mudah dilalui. Kalaupun ada tantangannya itu lebih pada ramainya kendaraan bermotor yang melintasi jalan ini. Pada umumnya goweser tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke pantai Parangtritis, apalagi mereka yang menggunakan sepeda jenis Road Bike yang hobi ngebut, sebentar aja pasti udah sampai.

Jangan lupa pakai Sunblock jika gak kepingin item. (Photo by fishyblue99.wordpress.com)
Etape 2 : Endurance Test – Nanjak ke Bukit Paralayang

Bagi anda goweser tipe climber yang hobi tanjakan, rute jalan datar mungkin sedikit membosankan. Nah jika anda ingin tantangan lebih anda bisa mencoba naik ke bukit Gupit atau lebih tenar dengan sebutan bukit Paralayang. Lokasinya persis disebelah timur dari pantai Parangtritis. Ikuti saja satu-satunya jalan aspal di depan pantai, selepas lokasi terminal bis anda akan segera menemui tanjakan. Dari sini jalanan akan terus menanjak sampai ke bukit Paralayang, sekitar 2 kilometer jauhnya.

Bagi anda para climber, melintasi tanjakan bukit Paralayang ini mungkin hanya seperti latihan ringan saja, tapi bagi goweser abal-abal seperti saya, trek ini sungguh berat. Rasio prosentase gowes : nuntun = 5 : 95 persen 😀

Jika nafas sudah Senin-Kamis, jangan gengsi untuk mendorong sepeda

Sekitar 50 meter menjelang puncak bukit Paralayang, belum ada jalan menuju keatas, hanya jalan setapak disusul oleh deretan anak tangga. Saatnya bagi kami untuk gantian menggendong sepeda. Saat kami datang tampak satu unit backhoe yang sedang mempersiapkan pembangunan jalan sampai ke puncak bukit. Semoga pekerjaannya lancar sehingga akses ke puncak menjadi semakin baik.

View pantai Parangtritis dari atas bukit Paralayang
Etape 3 : Secuil Gurun bernama Gumuk Pasir

Setelah puas menikmati pemandangan dari atas bukit Paralayang, kamipun meluncur turun. Tentu saya ini bagian yang menyenangkan karena sudah pasti tidak bakal menguras stamina. Disini ketenangan, konsentrasi dan teknik pengereman yang baik mutlak diperlukan. Disarankan untuk menurunkan posis sadel sepeda anda untuk memudahkan anda dalam mengendalikan dan mendistribusikan berat badan. Untuk meng0ntrol kecepatan sepeda gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan dengan perbandingan 25:75. Selain itu ketika melewati tikungan, condongkan badan anda sesuai dengan arah tikungan.

Untuk menuruni bukit Paralayang, mungkin anda cuma butuh waktu 5 menit saja. Dari sini anda bisa mengambil jalan melewati jalan berpaving di tepi pantai Parangtritis kearah barat menuju pantai Parangkusumo. Jaraknya hanya beberapa ratus meter saja. Tidak berapa lama anda pasti akan sampai di lokasi gumuk pasir. Disini anda akan menemukan ekosistem unik berupa hamparan pasir pantai yang menyerupai sebuah gurun pasir.

Gumuk Pasir Parangtritis

Dari lokasi gumuk pasir, kami lanjut gowes menuju ke pantai Depok dengan satu tujuan : makan!!. Jika mau, anda bisa melewati landasan pacu pesawat pantai Depok. Tempat ini sering digunakan oleh para atlet dan pecinta aeromodeling. Banyak menu yang bisa anda pilih sebagai kompensasi kalori yang terbakar saat mendaki bukit Paralayang, kebetulan juga pantai Depok ini adalah salah satu tujuan wisata kuliner yang populer di daerah Jogjakarta.

Setelah perut kembali terisi, saatnya kembali pulang. Perjalanan pulang kearah kota Jogja akan sedikit membutuhkan waktu lebih dibandingkan saat berangkat karena jalanan akan cenderung naik.

Bagaimana dengan anda, pernahkah anda gowes ke bukit Paralayang atau gumuk pasir Parangtritis?

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

6 tanggapan untuk “Gowes Parangtritis, Mendaki Bukit Paralayang, Menuruni Lembah Gumuk Pasir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *