Apa itu Lane Splitting?

Secara bebas lane splitting dapat diartikan sebagai kemampuan kendaraan roda dua yang bergerak diantara dua (jalur) kendaraan yang berjalan kearah yang sama. Bisa juga diartikan sebagai manuver untuk mendahului kendaraan-kendaraan lain (mobil) yang terhenti atau berjalan pelan melalui ruang diantara dua jalur kendaraan tersebut.

Lane Splitting

Pemandangan seperti ini jamak kita jumpai di negara kita terutama di kota-kota besar seperti Jakarta yang tingkat kepadatan lalu lintasnya sangat tinggi. Dengan ukuran yang ‘ramping’ motor dapat menelusup melewati ruang sempit diantara dua jalur antrian mobil. Cara ini terbukti sangat efektif untuk tetap melaju pada jalanan yang macet. Hal ini pulalah salah satu penyebab utama sepeda motor menjadi kendaraan favorit banyak orang.

Amankah?

Kendaraan beroda dua seperti sepeda, baik bermotor maupun tidak, lebih rentan mengalami kecelakaan dibandingkan dengan kendaraan roda empat atau lebih. Keseimbangannya sangat mudah hilang jika mendapatkan gangguan terutama di bagian stang kemudi. Lalu ketika terjatuh dari sepeda motor, seseorang hanya bisa mengandalkan perlengkapan yang dikenakannya untuk mengurangi potensi cedera, seperti helm, jaket, sepatu dan sarung tangan. Beda halnya dengan kendaraan besar beroda empat atau lebih. Mobil akan lebih sulit untuk terguling meskipun terkena benturan yang cukup keras dan dengan posisi yang relatif lebih terlindungi, pengendara dan penumpang mobil akan lebih aman dari cedera. Oleh karena itu, berkendara dengan kendaraan roda dua menuntut kemampuan, kewaspadaan dan kesabaran yang lebih besar.

Adakah tips-tipsnya?

Untuk mendahului kendaraan lain dengan cara ‘lane splitting’, ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

  • Sadar bahwa keamanan dan kenyamanan lalu lintas di jalan adalah tanggung jawab bersama, baik itu oleh pengendara sepeda motor, mobil atau kendaraan lainnya.
  • Situasi lalu lintas sedang berhenti total, sangat padat atau merambat dengan sangat pelan.
  • Tetap waspada, menggunakan akal sehat, etika dan nilai kesopanan dalam berkendara.
  • Selalu beranggapan bahwa anda tidak terlihat oleh kendaraan didepan anda.
  • Perhatikan kecepatan anda. Jaga laju kendaraan anda maksimal 10 km/jam lebih cepat daripada kendaraan yang hendak anda dahului.
  • Anda sebaiknya tidak mencoba cara ini jika kecepatan kendaraan yang hendak anda dahului lebih dari 50 km/jam.
  • Perhatikan situasi didepan kendaraan yang hendak anda dahului dan analisis apakah manuver ini dapat dilakukan dengan aman.
  • Perhatikan lampu sein dan lampu rem kendaraan yang hendak anda dahului. apakah ada tanda-tanda mereka mengurangi kecepatan atau berbelok arah.
  • Selalu siap melakukan pengereman jika dibutuhkan.
  • Tidak memaksa mendahului jika ruang yang tersedia tidak cukup lebar untuk motor anda. Jangan sampai stang kemudi motor anda menabrak spion mobil di depan anda.
  • Jika ruang menyempit, kurangi kecepatan dan kembali ke posisi dibelakang. Jangan justru tancap gas.
  • Tidak memotong jalur kendaraan yang anda dahului (baca juga : Ketika mbak-mbak-ibu-ibu mengendarai motor)

Demikian beberapa tips lane splitting. Monggo jika ada yang mau berbagi tips atau pengalaman pribadi.

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *