Anatomi sepeda MTB

Kembali lagi nih kita ngomongin sepeda. Seperti yang sudah pernah saya singgung pada postingan Akhirnya gowes (lagi), beberapa teman kantor saya adalah goweser aktif, rajin naik sepeda dan rajin membahas hal-hal yang berkaitan dengan sepeda. Salah satu topik yang selalu hangat dalam diskusi mereka adalah parts atau komponen dari sepeda MTB. Kalau sudah membahas bab anatomi sepeda MTB, dijamin obrolannya jadi ramai. Mereka senang membahas tentang cara setting sepeda, merek dan tipe sepeda yang menarik dan juga gonta-ganti alias upgrade komponen atau parts sepeda.

Nah jika diskusi sudah sampai pada bagian komponen atau parts sepeda, saya sering roaming alias kurang bisa memahami obyek pembicaraan mereka, terutama karena kekurangtahuan saya tentang nama dan istilah dari komponen-komponen tersebut.

Jika anda bernasib seperti saya, agar tidak selalu kebingungan mari kita pelajari satu persatu apa saja komponen-komponen penyusun dari sebuah sepeda MTB.

Sepeda MTB dan komponen penyusunnya

Frame

Frame adalah bagian utama dari sepeda. Frame terdiri atas dua bagian yaitu Top Tube (bagian atas) dan Down Tube (bagian bawah).

Fork atau Garpu Suspensi

Form adalah bagian sepeda yang berfungsi menghubungkan roda (wheelset) depan dengan stang kemudi (handlebar). Untuk jalanan datar atau aspal gunakan fork dengan panjang travel standar, sedangkan untuk downhill gunakan fork dengan travel yang panjang.

Wheelset

Wheelset adalah satu stel (sepasang) roda sepeda lengkap beserta hub, rim (velg) dan jari-jari (spokes) yang sudah dirangkai dan siap pakai.

  • Rim. Sering juga disebut velg/pelek sepeda, adalah tempat menempelnya ban. Rim terbuat dari besi, aluminium atau karbon.
  • Spokes/jari-jari/ruji. Berguna untuk menghubungkan hub dengan rim
  • Hub. Adalah poros tempat roda berputar. Hub terletak ditengah roda menghubungkan wheelset dengan frame. Didalamnya terdapat bearing (gotri). Pada bagian roda depan disebut hub dan di roda belakang disebut freehub.

Ban

Terdiri dari Tyre (ban luar) dan tube (ban dalam).

  • Tyre (ban luar). Adalah bantalan karet yang menempel pada pelek (rim). Ukuran ban luar untuk jenis aspal (road) biasanya mempunyai tapak kecil dan motif standart. Untuk jenis off road atau downhill mempunyai tapak lebar dan motif khusus full off road.
  • Tube (ban dalam).

Handle Bar / Setang

Handlebar/Setang/stang adalah komponen yg digunakan untuk mengendalikan sepeda. Pada stang ini terdapat kontrol gigi transmisi (shifter) dan rem depan-belakang (brake lever) terdapat di handlebar ini. Pilihlah handle bar yang sesuai dengan kebutuhan dan postur badan anda agar nyaman digunakan.

Stem

Bagian yang berfungsi untuk menghubungkan stang (handlebar), headset dan Fork (suspensi) depan. Stem tersedia dalam beberapa ukuran untuk suspensi depan yang panjang (long travel) bentuk stem berbeda dengan stem standart.

Seatpost (tiang sadel)

Adalah dudukan sadel (sadle), menghubungkannya dengan frame/rangka sepeda. Atur seatpost hingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan anda.

Sadel (saddle)

Adalah tempat duduk pengendara, untuk sepeda sepeda gunung berukuran lebih tebal dibandingkan dengan roadbike. Aturlah posisi Sadle supaya benar-benar lurus (horizontal), tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan stang sepeda (handlebar).

Grips (hand grip)

Adalah pembungkus stang (handlebar) terbuat dari karet. Handgrip yang baik adalah hangrip yang tidak terlalu tebal atau terlalu tipis karena sangat berpengaruh kenyamanan bersepeda. Aturlah Handgrip agar pas dengan ukuran stang dan tidak mudah berputar saat digunakan.

Pedal

Adalah komponen yang digunakan untuk mengayuh / memutar Buttom Bracket dan Crankset sehingga sepeda bisa bergerak.

Groupset atau Drivetrain

Groupset adalah kumpulan alat-alat mekanik yang berfungsi untuk memindah gigi percepatan yang mengerakkan sepeda sehingga didapatkan berat kayuhan yang sesuai dengan keinginan. Isitilah lain dari Groupset adalah Drivetrain. Komponen dalam groupset antara lain Crank, Shifter, Front Derailleur (FD), Rear Draileur (RD), Sprocket dan Chain.

  • Crank. Adalah sebuah alat yg terletak di bagian tengah bawah frame sepeda yang berfungsi menarik rantai guna menggerakkan Sprocket. Crank sering juga disebut sebagai gir depan sepeda.
  • Shifter. Adalah alat mekanik yang dipasang di setang sepeda (handlebar) yang berguna sebagai pengatur atau penggerak Front Derailleur (FD) dan Rear Draileur (RD).
  • Front Derailleur. Adalah alat pemindah posisi rantai di  Chainring (piringan bergerigi) sebuah Crank set.
  • Rear Derailleur. Adalah sebuah alat yang terletak di ujung frame bagian belakang, yang gunanya adalah untuk pemindah rantai di Sprocket.
  • Sprocket. Adalah kumpulan cincin-cincin bergerigi yang berada di hub roda belakang sepeda MTB. Sprocket sering juga disebut sebagai gir belakang sepeda.
  • Chain atau rantai. Adalah kumpulan plat baja seperti angka 8 yang di rangkai menjadi satu kesatuan sampai panjang tertentu, yang berguna untuk atau sebagai penghubung cincin gigi (chainring) di Crank dan cincin gigi di Sprocket.

Brake Lever

Adalah tuas Rem (depan-belakang). Atur brake lever sesuai dengan kenyamaan anda ketika bersepeda, usahakan jari tangan dapat meraih tuas (lever) dengan mudah.

Baca juga: Jenis-jenis sepeda gunung (MTB)

Demikian beberapa komponen utama dari sepeda MTB. Semoga kita tidak bingung lagi jika berkumpul dengan goweser yang sedang asyik membahas komponen-komponen sepeda.

* Dikutip dari Maju Royal, Bike StreakSewa Sepeda Tangerang.

AZNAcom

Wong ndeso yang masih tetep ndeso meskipun kini bermukim di kota. Jika anda beruntung anda dapat menemukannya sedang gowes pagi di seputaran kota Jogja.

2 tanggapan untuk “Anatomi sepeda MTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *